Sabtu, 19 Maret 2011

Resensi Novel Sheila

Judul Buku : Sheila Kenangan yang Hilang
Penulis : Torey Hayden
Penerbit : Qanita. PT. Mizan Pustaka
Cetakan : I, Agustus 2003
II, Desember 2003
III, Maret 2004
Tebal Buku : 528
Tahun Terbit : 2004
Sheila Kenangan yang Hilang adalah sebuahnovelyang diceritakan berdasarkan pengalaman nyata penulis sebagai seorang psikoterapis ynag berurusan dengan anak-anak dengan gangguan mental. Novel ini dibuat sebagai kelanjutan dari karyanya yang berjudul Sheila Luka Hati Seorang Gadis Kecil, penulis novel ini ingin mengajak pembaca agar lebih menyayangi anak-anak yang dituangkan didalam novel ini.
Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di Kelas Torey, seorang anak pernah dua kali mencoba untuk bunuh diri, seorang anak buta, Seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia. Di suatu hari Torey Hayden menerima seorang murid baru lagi, seorang gadis berusia enam tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati, gadis itu menderita problem emosional parah dia tak pernah menangis, baik dikala sedih, marah, maupun kesakitan, dia juga agresif dan selalu membangkang.


Dengan IQ diatas 180 sebenarnya Sheila adalah anak yang cerdas dengan kemampuannya tersebut Sheila dapat menceritakan hal-hal yang telah dialaminya seperti bekas luka tanda yang tertinggal ketika ujung rokok menyala yang ditekankan pada kulit dan bekas luka yang ada dikakinya. Sheila juga bercerita bagaimana dia menyembunyikan botol-botol bir ayahnya di balik sofa agar ayahnya tidak minum terlalu banyak dan bagaimana dia bangun untuk melepaskan rokok dari mulut ayahnya setelah ayah jatuh tertidur. Masalah itulah yang mempengaruhi pekerjaan, perilaku, dan sikap Sheila terhadap anak-anak lain dan terhadap orang dewasa.
Setelah berminggu-minggu berlalu terutama setelah Torey menghabiskan begitu banyak waktu selepas pelajaran untuk menjalin hubungan erat dengan Sheila, Torey menyadari apa yang terjadi pada Shaila itu semua disebabkan oleh orang tua Sheila sendiri yang tidak perhatian pada Sheila. Torey adalah wanita dewasa pertama yang berkesempatan menyediakan banyak waktu bersamanya dan dia menangkap kesempatan itu dengan penuh semangat. Walaupun Sheila adalah anak yang sulit untuk dipahami perilakunya bahkan ia pernah mencongkel mata ikan hias yang ada dikelas, mengobrak-abrik kelas dan bertingkah agresif, dengan kesabaran, kasih Toreyng dan komitmen yang dimiliki torey kini Sheila berkembang seperti bunga daffodil di tengah musim dingin yang berat. Dia kini benar-benar bersih semakin lama dia semakin membaur dengan anak-anak lain dalam kelas. Selama empat setengah bulan Sheila berubah menjadi seorang anak yang bersemangat dan ceria. Hari demi hari Torey dan Sheila lewati bersama bagaikan seorang anak dengan kasih Toreyng ibunya mereka setiap hari membaca dongeng bersama, membeli pizza ke suatu tempat dan jalan-jalan kesuatu tempat yang indah..
Setelah beberapa tahun, saat itu bulan mei dan sekolah akan ditutup pada minggu pertama bulan juni, penyebabnya adalah peraturan Negara bagian bahwa setiap anak cacat harus ditempatkan dikelas yang tidak terlalu membatasi, sehingga terpaksa kelas Torey harus ditutup dan dia akan dipindahkan disuatu tempat yang jauh dari kota. Torey menangani seluruh masalah ini dengan hati-hati meskipun tidak ragu-ragu sebab Sheila tidak akan bisa menerima apapun yang dirasanya. Air mata, kemarahan dan diam seribu bahasa menyambut usaha awal Torey. Air mata mengambang di matanya karena sekarang Sheila Torey titipkanan di kelas biasa kebetulan gurunya adalah teman baik Torey yaitu Sundy Mc. Setelah itu torey dan Sheila berpisah, perpisahan itu merupakan hal yang sangat berat untuk dilakukan mereka.
Selama tujuh tahun berpisah akhirnya dengan usaha keras Torey menemukan Sheila kembali, selain puisi yang Torey terima melalui pos dua tahun yang lalu dari Sheila, sebenarnya Torey tidak pernah mendengar kabarnya selama lima tahun, Bila Torey berpapasan dengannya di jalan, Torey takkan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil cantik berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi murid Torey. tapi itulah Sheila kini. Sheila remaja.. Torey menemukan dia bersama ayahnya. Akhirnya Torey memutuskan untuk berkunjung kerumahnya. yang ada di rumah itu adalah seorang remaja berpenampilan urakan, rambut berwarna oranye seperti kerucut penanda jalan, rambut panjang itu dikriting menjadi ikal-ikal kecil dengan topi cubs bertengger diatasnya. Torey tidak tau dia mengenali Torey atau tidak tapi Torey berusaha untuk mengingatkannya kembali.
Dan ternyata Sheila yang sekarang, sama bermasalahnya dengan Sheila kecil yang tega membakar seorang anak lelaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati.
Pilu melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak berarti apa-apa, Torey tetap tak mau menyerah. Meski Sheila kembali menculik seorang anak lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur darinya, meski Sheila masih menaruh dendam kepadanya, meski Sheila tak mau mendengar kata-katanya dengan usaha keras, kegigihan dan kasih sayang Torey tetap membimbing Sheila, Hari demi hari mereka lewati bersama setiap hari Mereka berjumpa untuk pergi ke tempat-tempat yang dahulu pernah mereka kunjungi, kini Sheila sudah berubah hampir sepuluh tahun telah berlalu Sheila kini lebih tua dari pada ketika Torey pertama kali melihatnya, dia sekarang sudah bekerja di industri makanan cepat saji, dengan otak bisnis yang sangat cerdik dia kini menjadi manager dicabangnya dan tidak lama lagi akan menjadi pemegang walaba termuda di Negara bagian ini.

Kelebihan Novel
Kelebihan dari novel ini adalah amanat yang disampaikan oleh Torey Hayden sangat luar biasa bagi para pembaca, kita bisa terbawa alur yang ada didalam novel sehingga setelah membaca novel ini perasaan kita akan menjadi lebih menyayangi terhadap seoramg anak, lebih-lebih yang memiliki kekurangan. Kepada ahli psikolog di seluruh dunia saya menyarankan harus membacanya.

Kekurangan Novel
Kekurangannya yaitu alur cerita yang cenderung monoton, hampir kasus yang sama diceritakan dalam setiap bab, banyak pula hal yang tak perlu diceritakan namun dibahas dalam novel ini sehingga membuat bosan pembaca dan gambar pada sampulnya kurang menarik.

1 komentar:

makasih ya resensinya aku dah baca bukunya ,, torey aku pinjem ini buat resensi tugas ku ,, thx u

Poskan Komentar